PORNOGRAFI VS KEADILAN DI INDONESIA

26 Jun 2010

Pornografi di Indonesia seakan telah melekat menjadi kebudayaan. UU APP yang baru disahkan pun tidak bisa memberikan sanksi tegas bagi pelanggarnya. Jika ditiliki lebih jauh dari anak kecil sampai pejabat Negara banyak yang subyek maupun obyek dari pornografi ini. Bayangkan saja, anak-anak ingusan yang masih belasan tahun disulap menjadi gadis remaja yang menggiurkan dan siap menjadi santapan lelaki hidung belang. Entah mereka bekerja secara sukarela atau karena paksaan, yang jelas hal ini telah menjadi fenomena yang seakan dilegalkan di Indonesia. Bagaimana tidak, jika dengan mudahnya kita bisa mencari gadis-gadis penjaja diri hampir di tiap tempat yang mudah diakses. Dan anehnya petugas keadilan pun menjadi tidak berdaya.
Selain prostitusi, pakaian sexy yang menampakkan aurat wanita pun sudah menjadi hal biasa di Negara ini. Walaupun pada UU APP kalau tidak salah sudah mengatur tentang hal tersebut, namun realitanya UU tersebut mlempem dan tidak mengubah apapun. Mereka yang mengatasnamakan diri masyrakat kesenian dengan santainya tetap pada life style mereka. Dada dan paha terbuka seakan bukan hal yang tabu untuk diperlihatkan kepada khalayak ramai. Bahkan celakanya apa yang dipertontonkan artis menjadi life style anak muda yang takut dibilang ketinggalan mode. Akibatnya tak heran jika kita dengan mudah melihat ABG dengan pakaian yang teramat sexy tersebar di pusat keramaian.
Situs-situs porno juga dengan mudah bisa diakses oleh anak kecil sekalipun. Tak ada langkah nyata dari pemeritah untuk menutup situs-situs tak layak tersebut. Bahkan sekarang ini banyak sekali anak-anak muda yang mengupload foto-foto dan video tak senonoh hasil produksi mereka ke internet dan tidak ada yang mengusiknya sampai saat ini. Jika memang niat mencari, maka bisa dijumpai ratusan situs dan blog dengan content yang tidak mendidik itu dan anehnya mereka seakan terus menjamur tiap harinya. Tidak ada complain dari masyarakat atau pemerintah atas hal ini hingga akhirnya Indonesia digemparkan video mesum Ariel cs.
Mengapa setelah puluhan tahun Indonesia melegalkan pornografi, sekarang seakan kebakaran jenggot atas merebaknya video Ariel cs ke masyarakat. Apakah karena mereka adalah public figure dan telah terlanjur menjadi konsumsi masyakat Internasional? Lantas pemerintah tidak mau dicap sebagai Negara yang mengamini hal-hal semacam itu sehingga semua pihak dibuat sibuk dengan urusan ini. Masyarakat yang pro dan kontra, penegak hukum, dan pemerintah menjadi begitu care. Dan akibatnya angkakemunafikan di Indonesia pun meningkat dengan sangat tajamnya.
Sebenarnya siapa yang salah atas penyebaran video mesum Ariel cs?
Masyarakat tidak mungkin mencari tahu jika berita mengenai hal tersebut tidak digembar-gemborkan oleh media. Tidak perlu artis, orang biasa pun akan dengan sendirinya menjadi artis dadakan jika setiap hari diekspos. Video Ariel cs hanya satu dari jutaan koleksi porno lainnya yang jauh lebih parah. Dan para penyebar pun tidak mungkin bisa mempromosikan hasil kerjanya secepat itu tanpa bantuan dari media. Mayoritas masyarakat Indonesia adalah penikmat televisi sehingga berita apapun yang disajikan akan menjadi santapan yang dengan mudah mereka dapatkan. Lantas siapa yang salah atas video yang katanya meningkatkan angka perkosaan di Indonesia ini?
1. Pelaku
Jelas tanpa pelaku, tidak akan ada produk tersebut. Namun bukan hanya Ariel cs yang membuat video semacam ini, bahkan ratusan orang. Dan hampir semuanya bisa dikonsumsi oleh masyarakat yang mau. Jika pelakunya harus dihukum, maka semua yang melakukannya pun harus terkena sanksinya tanpa pandang bulu. Zina dan mempertontokan aurat di depan umum sudah menjadi budaya di Indonesia. Jika tidak bagaimana mungkin mereka yang menjadi penari streaptease dan mucikari yang bergentayangan tiap hari itu tidak dikenai sanksi sedikitpun? Padahal mereka menjadikannya sebagai mata pencaharian. Kenapa lokalisasi di Indonesia tidak ditutup dan membawa mereka yang terlibat di dalamnya menjadi pesakitan di hotel prodeo? Kenapa hotel dan kafe yang menyediakan santapan lelaki tersebut tidak ditutup? Petugas hanya bertindak atas apa yang dilaporkan masyarakat saja, itu pun belum tentu di ACC oleh kepolisian. Inilah realita yang ada di Indonesia. Lantas apakah adil menghukum Ariel cs?

Indonesia tidak membutuhkan keadilan, yang dibutuhkan hanyalah penyelesaian masalah. Oleh karenanya perlu ada kambing hitam agar dunia Internasional mengakui bahwa Indonesia tak melegalkan perzinaan.

Penjara di Indonesia akan tidak muat jika semua pezina masuk ke sana. Mengapa? Sekali lagi kebanggaan atas dosa-dosa telah mengakar kuat di hampir sebagian masyarakat kita. Berapa banyak mereka yang menikah tapi hamil terlebih dahulu? Mengapa pejabat-pejabat yang turun ke daerah yang setiap kali datang selalu minta jatah ayam tidak ditindak? Padahal itu sudah menjadi rahasia umum. Inilah realita di Indonesia.

2. Penyebar
Penyebar terbagi menjadi 2
a. Penyebar langsung
Mereka adalah orang yang memegang master video dan menguploadnya ke internet. Mereka layak diapresiasi dengan penginapan gratis di hotel prodeo dalam waktu yang lama. Karena berkat kerja keras merekalah, masyarakat munafik bisa menikmati tontonan gratis itu. Saya tidak mengatakan masyarakat keseluruhan di sini sebab walau bagaimanapun masih banyak orang di Indonesia ini yang masih waras dan mempunyai hati

b. Penyebar Tidak Langsung
Mereka adalah media dan masyarakat yang ikut andil dalam kegiatan ini. Media mempunyai peranan yang jauh lebih besar ketimbang penyebar langsung. Karena tanpa bantuan sukarela mereka, tidak mungkin masyarakat Indonesia bahkan Internasional dibuat gempar. Mereka adalah sarana promosi yang paling bagus. Maka jika harus dicari kesalahan, media pun seharusnya ikut mendapatkan jatahnya. Sebagaimana yang saya tulis di atas bahwa seorang biasa pun bisa menjadi artis dengan bantuan media, maka andil mereka tentulah tidak sedikit atas kegiatan social ini.

Selain media, masyarakat yang ikut membantu dengan pengiriman via Bluetooth atau via internet juga layak diberi penginapan gratis di hotel prodeo. Karena berkat merekalah, video ini menjadi mudah sampai kepada anak yang tidak mengerti internet sekalipun.

3. Pemerintah
Tidak ada kejelasan atas pelaksanaan UU APP. Tidak ada sanksi bagi pelangarnya. Karena jika dari kaca mata keadilan seharusnya penjara penuh dengan mereka yang melanggar UU APP. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian, masyarakat sama sekali tidak terpengaruh degan UU ini. Mereka yang terbiasa mempertontonkan auratnya, tetap pada penampilannya. Mereka yang bekerja sebagai PSK dan penikmatnya masih dengan santainya melakukan kegiatannya. Bahkan germo nya pun masih tetap kaya dengan memetik dan mengumpulkan daun muda. Tidak ada yang berubah bukan?
Lantas kenapa Ariel cs harus membuat mereka kebakaran jenggot?


TAGS PORNOGRAFI KEADILAN


-

Author

Follow Me