Tentang Cinta

18 Jul 2010

Ada seorang pemuda baru saja patah hati lantas ia mencoba mengakhiri hidupnya. Namun tiba-tiba muncul seseorang kakek membatalkan niat pemuda itu. Sambil menghampiri si pemuda, kakek tersebut bercerita panjang lebar tentang cinta bahwa ia pun pernah patah hati selagi masih muda. Dan sambil mengenang masa lalunya, ia berkata,

“Dia adalah keindahan,, yg dengannya aku merasakan kebahagiaan. Bukan kebahagiaan bersamanya… bukan kebahagiaan karena bisa memiliki dia,, tapi kebahagiaan karena aku bisa menatap wajahnya nan indah lantas melukisnya dengan segenap jiwaku pada dinding-dinding hatiku…. Dan ketika waktu memanggilkan kerinduan padaku, aku bisa bertemu dengannya kembali lewat lukisan wajahnya…

Bukan karena tak bersamanya adalah penderitaan….. bukan juga tak memilikinya adalah cinta yang tak sampai,, karena kebersamaan atau memiliki acap kali lekat dengan hasrat manusia,, sementara cinta sejati tak menuntut semua itu. Cinta sejati adalah cinta yang tulus, yang dengannya mentari tak pernah letih bersinar untuk bumi tanpa sedikitpun bertanya tentang upahnya,, seperti air yang mengalir menuju lautan, luas yang dengan sendirinya ia harus melewati bebatuan terjal namun tetap gigih pada tujuannya….. Oleh kerana mencintailah seperti air jika kau mampu karena selayaknya kau berhak perjuangkan cintamu hingga kau bisa membuat hatinya bergetar hanya dengan tatapan matamu saja…. Atau mencintalah seperti matahari yang tak pernah meminta imbalan atas apa yang ia lakukan,, dan seperti itulah cinta yang tulus yang tiada akan hilang meski waktu mendatangkan sejuta keindahan untuk menggantikan sang kekasih….”

Mendengar cerita sang kekasih, pemuda itu seperti menemukan jiwa baru lantas ia mengucap terima kasih pada sang kakek dan berjalan tanpa tampak pada wajahnya tanda-tanda orang yang sedang patah hati, melainkan seorang yang baru saja mengerti tentang cinta yang sebenarnya.


TAGS Cinta


-

Author

Follow Me